Poltamnews.com || CILEGON – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk siswa, guru, dan kepala sekolah. SDN 09 Kota Cilegon menjadi salah satu sekolah yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak hari pertama pelaksanaan program tersebut.
Kepala SDN 09 Kota Cilegon, Siti Rodiyah, S.Pd., MM., mengungkapkan bahwa program MBG telah berjalan lancar selama empat hari pelaksanaan. Menurutnya, hampir seluruh makanan yang disediakan selalu habis disantap oleh para siswa.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Hampir 100 persen makanan yang diberikan selalu habis,” ujar Siti saat ditemui di sekolah, Kamis (28/08/2025).
Untuk mengurangi sampah makanan, pihak sekolah mengimbau para guru dan siswa untuk membawa wadah kosong dari rumah. Tujuannya agar sisa makanan yang belum habis bisa dibawa pulang dan tidak terbuang sia-sia.
“Saya menganjurkan kepada guru dan siswa untuk membawa wadah kosong sebagai antisipasi. Jadi kalau makanannya tidak habis, bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Selain itu, siswa juga diminta membawa sendok dan air minum sendiri sebagai bagian dari edukasi kebersihan dan kemandirian.
“Anak-anak diajarkan untuk disiplin dan bertanggung jawab sejak dini. Mereka harus menjaga kebersihan dan membawa peralatan makan sendiri,” tambahnya.
Dari sisi gizi, menu yang disediakan disebut telah memenuhi standar. Menu harian terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah-buahan. Menariknya, program ini juga membantu membentuk kebiasaan makan sehat bagi siswa.
“Banyak anak yang awalnya tidak suka sayur, tapi sekarang mulai terbiasa. Ini sangat baik untuk pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini,” ujar Siti.
Siti sempat mengungkapkan adanya kendala pada hari pertama, yakni keterlambatan pengiriman makanan dari pihak katering. Hal ini terjadi karena pihak penyedia makanan belum memahami jadwal masuk siswa yang terbagi antara pagi dan siang.
Namun setelah dilakukan koordinasi, distribusi makanan kini berjalan lebih baik dan tepat waktu.
“Kini makanan datang lebih awal, sehingga anak-anak bisa makan di waktu yang sudah dijadwalkan,” jelasnya.
Harapan untuk Keberlanjutan Program
Siti Rodiyah berharap program MBG ini dapat terus berlanjut dan bahkan diperluas cakupannya. Ia menilai program ini bukan hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mendidik mereka untuk hidup lebih sehat dan bertanggung jawab.
“Program ini sangat membantu. Tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menanamkan kebiasaan makan sehat dan disiplin sejak dini,” pungkasnya.
SUKARDI.

















