Poltamnews.com |KOTA METRO
Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, membuka kegiatan penyampaian hasil Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Tahun 2023, secara Hybrid (Luring dan Daring), acara berlangsung di Hotel Grand Sekuntum, Kota Metro, Senin (30/10/2023).
Diketahui, hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Seluruh Staf Ahli Walikota Metro, seluruh asisten Sekda, seluruh kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, Dadang Ahman Hidayat dan Gunawan Meliyandoko dari SNV The Netherland, seluruh Camat dan Lurah Se- Kota Metro, serta seluruh insan Pers, serta undangan lainnya.
Sementara itu,Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman, sangat mengapresiasi atas kerja keras kelompok kerja perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) yang diketuai oleh Bappeda Kota Metro dan didukung oleh SNV dalam memutakhirkan studi EHRA Kota Metro Tahun 2023.
“Hasil paparan yang disampaikan Kita mendapatkan update pengetahuan tentang aspek-aspek kesehatan masyarakat khususnya kesehatan lingkungan yang memang sudah baik dan perlu terus kita jaga, agar tidak menurun kualitasnya,” paparnya.
Kemudian itu, Kerja keras Pokja PKP dalam melaksanakan studi ini tidak boleh berhenti sampai di sini saja, tetapi harus terus dilanjutkan, salah satunya dengan memutakhirkan Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang dengan termutakhirkannya SSK ini, Pemerintah Kota Metro yang memiliki anggaran pembangunan yang terbatas, dapat mengalokasikan anggaran secara efektif dan efisien dalam pembangunan sanitasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Terkait dengan sektor sanitasi, dalam hal ini Pokja PKP sebagai unsur Pemerintah dapat menjadi garda terdepan dalam pembangunan sanitasi di Kota Metro. Dengan strategi ini saya berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta untuk kepentingan daerah tercinta Bumi Sai Wawai,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto melaporkan kerja keras kelompok kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) bahwa aspek kesehatan masyarakat khususnya kesehatan lingkungan yang sudah baik dan perlu tetap dipertahankan. Sarana prasarana yang pertama adalah Air, Septic Tank, perilaku dan pengelolaan.
“Berdasarkan hasil studi sumber air bersih yang pertama dapat kita ketahui bahwa air sumur galian digunakan oleh masyarakat Kota Metro dengan jumlah 2673 dengan penggunaanya untuk minum, kemudian digunakan untuk mencuci peralatan mandi sampai dengan gosok gigi,” ungkapnya.
Perilaku yang hygiene harus tetap diterapkan dengan menggunakan air sumur galian yang terlindungi, banyak aktivitas yang dapat dilakukan dengan menggunakan sumber air tersebut.
“Mayoritas masyarakat Kota Metro menggunakan air sumur gali yang terlindungi, seperti untuk memasak sebanyak 537, mencuci peralatan 553, untuk mandi 567, dan untuk menggosok gigi ada 558, serta air yang diminum tetapi dimasak terlebih dahulu sebanyak 995,”ucapnya.
Lanjutnya,” Berdasarkan hal penyampaian tersebut terlihat bahwa sanitarian dan kader kesehatan sudah menjalankan kewajibannya dan mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kota Metro,” pungkasnya, (Jjs).

















