Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Bangka Belitung

Para Orang tua siswa Geram dan Kecewa Dengan Bahasa yang di keluarkan oleh Asisten l Sekda Provinsi Babel

230
×

Para Orang tua siswa Geram dan Kecewa Dengan Bahasa yang di keluarkan oleh Asisten l Sekda Provinsi Babel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bangka Belitung,Poltamnews.com – Suasana di dalam ruangan kantor Gubernur lantai 3, saat terjadinya mediasi para aksi damai di depan kantor gubernur, bukannya membuahkan hasil yang baik dalam penyelesaiannya, justru mengundang emosi dan amarah ketika mendengar ucapan yang di lontarkan oleh M.Soleh Asisten l sekretaris Daerah provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari Senin 24-07-2023 kemarin.

Bahasa yang dikeluarkan justru mengucilkan masyarakat kecil yang kurang mampu, seolah-olah tidak mampu untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya.

Permintaan yang di ajukan oleh para orang tua sebenarnya hanyalah meminta untuk membuka Roomble baru untuk anak mereka agar bisa sekolah, namun hal ini justru tidak bisa di realisasikan, malah dari pihak pendidikan meminta agar anak-anak mereka bisa memilih sekolah swasta yang saat ini masih bisa menampung siswa yang ingin sekolah dengan membeberkan bahwa pemerintah sudah menyediakan dana bantuan bagi siswa yang tidak mampu, hal ini justru mendapat tanggapan yang pahit dari para orang tua.

M. Soleh mengatakan serta membeberkan beberapa hal dihadapan para audiensi bahwa,”Untuk sekarang ini kami tidak bisa membuka Roomble baru karena PPDB saat ini sudah dinyatakan selesai dan kami tidak mau melanggar aturan, kalau anak-anak mau masuk sekolah, ada beberapa sekola swasta saat ini yang belum memenuhi ruangan yakni Swadaya, Depati Amir, Elbina, PGRI, pemerintah sudah menyiapkan dana bantuan bagi siswa yang kurang mampu,” tuturnya.

Stetmen yang di lontarkan M.Soleh seperti menjadi sebuah Bomerang bagi para audiensi, mereka merasa direndahkan dan terhina dengan bahasa yang diucapkan, hal ini justru merendahkan mereka merasa tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

Zen selaku ketua LSM Topan mengatakan,” walaupun kami para orang tua bekerja hanya memegang cangkul setiap hari, tapi kami bangga Bisa membiayayai sekolah anak kami, tetapi saat ini bapak memposisikan kami orang- orang yang tidak mampu ( miskin), ini merupakan penghinaan bagi kami, dan program yang bapak beberkan baru kami dengar pada hari ini,” Pungkasnya.

Audiensi yang diadakan di dalam ruangan sampai dengan selesai tidak menemukan titik terang, para audiensi akhirnya meninggalkan ruangan pertemuan dan akan melakukan aksi selanjutnya di DPRD Provinsi agar suara mereka dapat didengar dan di gugah. ( isk).

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *