Poltamnews.com| Babel – Sebanyak 68 warga Bangka Belitung (Babel) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar tiba di Jakarta. Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya, menyambut langsung kedatangan mereka di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (18/3).
“Alhamdulillah, warga Bangka Belitung yang menjadi korban TPPO telah kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Didit.
Berdasarkan data terkini, gelombang pertama yang terdiri dari 38 korban telah tiba lebih dulu, disusul kloter kedua yang dijadwalkan tiba pukul 14.00 WIB. Sementara itu, 30 orang lainnya tiba di Asrama Haji pada pukul 17.00 WIB.
Didit memastikan bahwa para korban akan segera dipulangkan ke Bangka Belitung agar dapat berkumpul kembali dengan keluarga. “Kami berupaya mempercepat kepulangan mereka agar bisa segera beristirahat dan bertemu keluarga,” katanya.
DPRD Babel sebelumnya aktif mendorong upaya penyelamatan warga yang menjadi korban TPPO di Myanmar. Sejak kasus ini mencuat, DPRD Babel terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai lembaga terkait guna mempercepat proses pemulangan.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis organisasi sosial. Mereka menilai DPRD Babel menunjukkan respons cepat serta kepedulian terhadap nasib warganya yang menjadi korban perdagangan manusia.
“Upaya panjang akhirnya membuahkan hasil. Haru dan bahagia menyelimuti momen kepulangan ini. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” tambah Didit.
Kedatangan para korban di tanah air merupakan bagian dari upaya penyelamatan yang melibatkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah Provinsi Babel menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis dan sosial bagi korban agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Momen kepulangan ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan TPPO, terutama bagi kelompok yang rentan menjadi target jaringan kejahatan transnasional. (red)

















