POLTAMNEWS.COM | CILEGON — Proses pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cilegon menuai perhatian serius dari sejumlah kalangan pengusaha.
Di mana, Mukota KADIN yang tengah berlangsung menghadapi tantangan, mulai dari permasalahan hukum salah satu kandidat hingga gugatan atas kepanitiaan yang kini diajukan ke pengadilan.
Situasi ini dianggap mengancam reputasi KADIN Kota Cilegon dan menimbulkan pertanyaan mengenai arah organisasi ini ke depannya.
Martin Lest, seorang pengusaha senior di Cilegon, bersama rekan-rekan pengusaha lainnya, menyampaikan keprihatinan mereka atas kondisi ini.
“Kami tidak dalam kapasitas membahas kasus hukum yang melibatkan calon Ketua KADIN karena ini adalah wewenang Polda Banten. Namun, secara etik, kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini yang ramai diberitakan,” ujar Martin di Cilegon pada Senin (11/11/2024).
Martin menegaskan bahwa masalah hukum yang menjerat salah satu calon Ketua KADIN ini sangat kontraproduktif dengan visi KADIN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1987 serta Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2022 tentang Tugas Pokok KADIN Indonesia.
Dalam pandangannya, lembaga ini harus menjunjung tinggi integritas demi menjaga nama baik KADIN.
“Kami berharap KADIN Kota Cilegon segera mengadakan rapat internal guna menyikapi isu ini, agar organisasi tidak terus-menerus diterpa kontroversi yang berlarut-larut,” katanya.
Martin juga mengingatkan bahwa AD/ART KADIN memiliki ketentuan mengenai pemberhentian anggota yang melanggar etika dan merugikan organisasi.
Menurutnya, KADIN perlu menjalankan amanat organisasi dengan memegang teguh norma dan etika yang berlaku.
“Kami sadar situasi ini bisa memengaruhi persepsi publik terhadap KADIN, oleh karena itu tindakan cepat dan tepat sangat diperlukan. Kami juga berharap KADIN Provinsi Banten turut menjaga citra positif KADIN Kota Cilegon,” ujar Martin.
Martin mengajak semua pihak untuk bekerja sama demi menjaga stabilitas dan reputasi organisasi di mata masyarakat.
“Di masa sulit ini, mari kita bersatu dan fokus pada tujuan bersama untuk membangun iklim usaha yang kondusif di Kota Cilegon,” pungkasnya.

















