Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Politik

Kabar Duka, Pengurus PWI Babel Herdian Farid Effendi Meninggal Dunia

29
×

Kabar Duka, Pengurus PWI Babel Herdian Farid Effendi Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POLTAMNEWS.COM | PANGKALPINANG – Kabar duka datang dari PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengurus Provinsi yang juga Ketua Carateker PWI Kabupaten Bangka Tengah, Herdian Farid Effendi meninggal dunia pada usia 43 tahun.

Alumnus SMAN 1 Koba dan Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia, Bandung, Jabar itu meninggal hari ini, Minggu 17 November 2024. Informasi yang beredar, alumnus HMI itu meninggal pagi menjelang siang.

Kabar duka ini dibenarkan disampaikan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Babel, Wahyu Kurniawan.

“Kita berduka, sahabat kita yang baik Farid meninggal dunia, jenazahnya masih di RSU,” kata Wahyu lewat sambungan telepon dengan suara terbata-bata, Minggu (17/11/2024) pukul: 11.15 WIB.

Dari informasi yang diterima teranyar, jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Air Itam, Pangkalpinang. Jenazah akan dimakamkan di perkuburan umum Bacang Air Itam, usai salah ashar.

Diketahui, Farid adalah wartawan wowbabel.com. Di mata rekan-rekan pengurus PWI Babel, almarhum adalah pribadi yang baik, memyenangkan dan mudah bergaul.

Sekretaris PWI Babel, Fakhruddin Halim, menuturkan, ketika peluncuran buku “Mengeja Laut” dan diskusi Pilkada Damai, Anti Hoaks, di Aula Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Sabtu kemarin (16/11/2024), Farid hadir.

“Beliau mengenakan kaos “Mengeja Laut” dari panitia dan duduk dibarisan.paling depan sayap kiri. Kami sempat mengobrol sebentar, usai acara. Almarhum pamit pulang duluan karena masih ada urusan,” ujar Fakhruddin.

Farid, tutur Fakhruddin adalah pribadi bersahaja, menyenangkan dan dikenal pandai bergaul.

“Almarhum tegas pada pendirian, tapi terbuka sehingga selalu siap berdialog. Makanya punya kedekatan dengan teman-teman dan menjadi teladan yang baik. Seingat saya ketika bersama, beliau tidak pernah meninggalkan salat,” tuturnya.

“Kami merasa sangat kehilangan, semoga Almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya, aamiin,” sambung Fakhruddin.

Hal senada disampaikan Ketua PWI Babel, M Fathurrakhman atau disapa Boy.

“Keluarg besar PWI Babel berkabung. Almarhum adalah pribadi yang baik. Pandai bergaul dan selalu memegang prinsip kebenaran. Kami semua merasa kehilangan. Kami turut berduka cita, semoga Allah Swt. mengampuni dosa almarhum, menerima amal sholeh almarhum. Kepada keluarga aemoga diberikan ketabahan dan keikhlasan, aamiin,” ujar Boy.

Kabar duka ini juga dirasakan seluruh anggota PWI Babel. Dalam WAGrup PWI Babel, sejak kabar diterima ucapan belasungkawa dan doa terus disampaikan anggota. Selamat jalan kawan….(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov, DPRD, dan APH bersinergi awasi tata niaga TBS sawit. POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyepakati pembentukan formulasi pengawasan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit guna menjamin transparansi dan keadilan harga bagi petani mandiri. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat penetapan indeks K TBS sawit yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, Rabu (6/5/2026). Rapat dihadiri Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, perwakilan Kejaksaan Tinggi Babel, Polda Babel, serta pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya meminta pemerintah daerah segera membentuk tim pengawasan dan posko pengaduan setelah harga TBS ditetapkan. “Kita minta setelah harga ini ditetapkan, perlu segera dibentuk tim pengawasan dan juga posko pengaduan. Ini penting supaya kita tahu keluh kesah petani di lapangan seperti apa,” kata Didit. Menurutnya, pengawasan perlu melibatkan aparat penegak hukum guna menjaga stabilitas sektor pertanian yang saat ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. “Jika harga di tingkat petani dimainkan oleh oknum, daya beli masyarakat akan langsung merosot. Pemerintah harus berdiri objektif di tengah; perusahaan tidak boleh rugi, tapi petani juga jangan sampai dizalimi oleh sistem yang tidak transparan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel Kurniawan mengatakan pihaknya tengah menyusun formulasi pengawasan yang lebih terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Harapannya setelah ini kita akan menyusun formulasi agar pengawasan di lapangan lebih terpadu dengan melibatkan pihak Polda dan Kejati,” kata Kurniawan. Ia menjelaskan, masih terdapat tantangan dalam memberikan pemahaman kepada petani terkait rantai distribusi TBS. Pasalnya, harga yang ditetapkan pemerintah merupakan harga di tingkat pabrik, sementara harga yang diterima petani dipengaruhi sejumlah komponen distribusi. “Perlu dipahami bahwa harga yang ditetapkan ini adalah harga di pabrik. Dalam prosesnya, ada komponen lain seperti Delivery Order (DO) atau jasa pengepul yang memengaruhi harga bersih yang diterima petani,” ujarnya. Rapat juga menyepakati koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPKP, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penerapan indeks K dan harga TBS berjalan merata tanpa penyimpangan.
Politik

POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama…