Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Politik

Dari Edukasi Sampah hingga Penanaman Pohon, PT TIMAH Dukung Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Belitung Timur

0
×

Dari Edukasi Sampah hingga Penanaman Pohon, PT TIMAH Dukung Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Belitung Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com |Beltim  – PT TIMAH (Persero) Tbk mendukung kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Belitung Timur yang dilaksanakan di kawasan Pantai Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, pada Kamis (25/6/2026).

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur menggelar berbagai kegiatan diantaranya penanaman pohon, pembagian bibit tanaman hingga edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, Adlan Taufik, mengatakan rangkaian kegiatan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelajar dan masyarakat.

“Kami melaksanakan pembagian bibit ke sekolah-sekolah dan hari ini penanaman pohon di sekitar Pantai Lalang, serta edukasi kepada anak-anak sekolah tentang pengelolaan sampah. Karena sampah masih menjadi salah satu persoalan utama yang perlu mendapat perhatian bersama,” kata Adlan.

Pihaknya melaksanakan kegiatan penanaman pohon jenis cemara laut dan ketapang karena dinilai cocok ditanam di kawasan pesisir dan memiliki manfaat untuk menjaga garis pantai dari ancaman abrasi.

“Bantuan dari PT TIMAH sangat membantu. Hari ini akan melakukan penanaman cemara laut dan ketapang yang difokuskan untuk ditanam di daerah pesisir. Tujuannya untuk membantu mencegah abrasi di Pantai Lalang yang saat ini sudah mulai mengkhawatirkan karena mendekati bibir pantai,” jelasnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi sarana untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemilahan sampah sejak dini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan. Dengan wilayah Belitung Timur yang cukup luas, persoalan pengelolaan dan pemilahan sampah menjadi fokus yang terus kami dorong,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan PT TIMAH dan berbagai pihak sangat membantu pelaksanaan kegiatan ini. Dirinya berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut karena untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Selain penanaman pohon dan edukasi lingkungan, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga dimanfaatkan untuk mendorong berbagai upaya perbaikan pengelolaan lingkungan. (red/sumber www.timah.com)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov, DPRD, dan APH bersinergi awasi tata niaga TBS sawit. POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyepakati pembentukan formulasi pengawasan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit guna menjamin transparansi dan keadilan harga bagi petani mandiri. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat penetapan indeks K TBS sawit yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, Rabu (6/5/2026). Rapat dihadiri Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, perwakilan Kejaksaan Tinggi Babel, Polda Babel, serta pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya meminta pemerintah daerah segera membentuk tim pengawasan dan posko pengaduan setelah harga TBS ditetapkan. “Kita minta setelah harga ini ditetapkan, perlu segera dibentuk tim pengawasan dan juga posko pengaduan. Ini penting supaya kita tahu keluh kesah petani di lapangan seperti apa,” kata Didit. Menurutnya, pengawasan perlu melibatkan aparat penegak hukum guna menjaga stabilitas sektor pertanian yang saat ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. “Jika harga di tingkat petani dimainkan oleh oknum, daya beli masyarakat akan langsung merosot. Pemerintah harus berdiri objektif di tengah; perusahaan tidak boleh rugi, tapi petani juga jangan sampai dizalimi oleh sistem yang tidak transparan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel Kurniawan mengatakan pihaknya tengah menyusun formulasi pengawasan yang lebih terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Harapannya setelah ini kita akan menyusun formulasi agar pengawasan di lapangan lebih terpadu dengan melibatkan pihak Polda dan Kejati,” kata Kurniawan. Ia menjelaskan, masih terdapat tantangan dalam memberikan pemahaman kepada petani terkait rantai distribusi TBS. Pasalnya, harga yang ditetapkan pemerintah merupakan harga di tingkat pabrik, sementara harga yang diterima petani dipengaruhi sejumlah komponen distribusi. “Perlu dipahami bahwa harga yang ditetapkan ini adalah harga di pabrik. Dalam prosesnya, ada komponen lain seperti Delivery Order (DO) atau jasa pengepul yang memengaruhi harga bersih yang diterima petani,” ujarnya. Rapat juga menyepakati koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPKP, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penerapan indeks K dan harga TBS berjalan merata tanpa penyimpangan.
Politik

POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama…