Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
DaerahKab. Bangka Tengah

Warga Rawa Bangun Toboali Kembali direndam Banjir

19
×

Warga Rawa Bangun Toboali Kembali direndam Banjir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PN.COM|BANGKA SELATAN – Warga Rawa Bangun Toboali kembali di Rendam Banjir, hal tersebut terjadi setelah kawasan padat penduduk tersebut diguyuri hujan kurang lebih 3 jam sehingga drainase yang ada tak mampu menampung debit air dan meluap ke area pemukiman penduduk, pada selasa (13/9).

Banjir adalah masalah rutinitas yang di hadapi warga setempat dikala curah hujan yang tinggi dan kondisi air laut yang pasang, sehingga menghambat laju air kiriman dari dataran tinggi sekitarnya.

Hal tersebut juga di ungkapkan Aicay (34) warga setempat saat dikonfirmasi awak media menyebutkan, kondisi seperti ini sudah menjadi langganan dan rutinitas tambahan kami di saat hujan.

“masalah banjir sudah puluhan tahun di sini dan belum ada solusi yang kongkrit dari pemerintah, padahal sudah menjadi tontonan dan pemandangan dari tahun ke tahun.” Ungkapnya.

Aicay juga menambahkan paling diguyur hujan sekitar 3 jam saja, drainase sudah tak mampu menampung debit air hujan serta air kiriman dari daerah tinggi sekitar, seperti kiriman air dari teladan dan kampung baru, dampaknya rawa bangun dan sekitarnya pasti terendam.

“Kurang lebih 3 jam diguyuri hujan, dan di pukul 05.00 wib pagi memang intensitas hujan mulai lebat sehingga pada pukul 06.30 Wib air mulai naik dan meluap, drainase yang ada tak mampu lagi menampung kapasitas debit air yang ada.”sambung Aicay.

Beliau juga berharap kedepan ada solusi terbaik dalam mengatasi masalah banjir, apalagi di area langganan banjir seperti Rawa bangun ini. Tentunya pemerintah harus mengevaluasi kendala yang ada, mengecek lokasi dan mencari alternatif trobosan agar di waktu hujan kami warga Rawa bangun tidak selalu terkena dampak dan terendam banjir.

“Selain itu kami juga berharap agar masyarakat di area sekitar aliran sungai tidak merusak daerah resapan air dan aliran sungai yang menuju area pemukiman kami (membuka penambangan Ilegal).”Ungkapnya.

karena daerah aliran sungai ini juga di gunakan warga setempat untuk mencuci baju dan keperluan lainnya, kalau sudah rusak tentu aliran sungai akan dangkal dan limbah tambang akan mengalir kesini tentu akan mengganggu aktifitas ibu-ibu disini.

Dari pantauan poltamnews.com sekitar pukul 09.00 Wib, air yang merendam area perumahan warga Rawa bangun sudah mulai surut. Meski masih terlihat ada beberapa rumah yang masih di genangi air, terutama yang berada dekat dengan Drainase aliran sungai.

Pewarta : Rachmat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *