Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
BeritaDaerahPendidikan

SMAN 5 Kota Cilegon Gelar MPLS 2025, Angkat Isu Judi Online dan Pernikahan Dini

0
×

SMAN 5 Kota Cilegon Gelar MPLS 2025, Angkat Isu Judi Online dan Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltam.com || CILEGON – SMAN 5 Kota Cilegon menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dan mengusung tema besar tentang pembentukan karakter serta peningkatan kesadaran siswa baru terhadap lingkungan sekolah dan tantangan sosial terkini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Koordinator MPLS, Mahdi, M.Pd, menyebutkan bahwa seluruh materi dalam MPLS telah disesuaikan dengan pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Tahun ini ada materi baru yang cukup penting, yakni tentang judi online dan pernikahan usia dini. Ini sejalan dengan arahan Kemendikbud, agar sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kesiapan mental dan karakter siswa,” kata Mahdi saat ditemui, Kamis (17/7/2025).

Selain materi baru, Mahdi menegaskan bahwa materi dasar seperti Wawasan Wiyata Mandala, tata tertib, etika, dan pengenalan lingkungan sekolah tetap diberikan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter siswa baru.

Ketua Pelaksana MPLS, Cahya Zuhria Navisa, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai dengan apel gabungan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, dilanjutkan dengan sesi perkenalan guru, tenaga kependidikan, serta demo ekstrakurikuler yang ditampilkan secara bergilir selama lima hari.

“Kita menghadirkan lima narasumber eksternal. Hari pertama dari Polres Cilegon yang membahas bahaya judi online yang kini makin marak di kalangan remaja,” ungkap Cahya.

Hari kedua diisi dengan motivasi dari alumni berprestasi SMAN 5 angkatan 2019 dan penyuluhan kesehatan remaja oleh dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Materi lain yang disampaikan termasuk Gerakan Sekolah Sehat (GSS) serta “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Sementara itu, hari ketiga menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membahas bahaya narkoba dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang mengupas dampak negatif pernikahan anak dan pergaulan bebas.

“Materi ini berkesinambungan, judi online, narkoba, hingga pernikahan anak adalah isu-isu yang harus dicegah sejak dini,” tambah Cahya.

Kegiatan MPLS kemudian ditutup pada hari keempat dan kelima dengan Masa Penerimaan Penegak Tamu (MPPT) yang diisi oleh narasumber dari Ambalan dan Kwarda Pramuka Cilegon.

Sebagai penutup, siswa kelas X menampilkan pertunjukan seni sebagai bentuk ekspresi diri dan semangat baru mereka dalam memasuki dunia sekolah menengah.

Dengan total 13 materi yang disampaikan selama lima hari, pihak sekolah berharap siswa baru dapat memahami aturan, budaya sekolah, serta mampu bersikap bijak dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan remaja masa kini.

SUKARDI.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *