Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
BeritaDaerah

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias di SMPN 13 Cilegon, Siswa: Bisa Nabung dan Lebih Semangat Belajar

0
×

Program Makan Bergizi Gratis Disambut Antusias di SMPN 13 Cilegon, Siswa: Bisa Nabung dan Lebih Semangat Belajar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sekilasindonesia.id, || CILEGON – Program Makan Bergizi (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh para siswa di SMPN 13 Kota Cilegon. Sejak hari pertama pelaksanaan, program makan siang gratis ini disambut positif oleh kepala sekolah, guru, siswa, hingga orang tua murid.

Kepala SMPN 13 Cilegon, Drs. H. Agus Maryanto, M.M, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program MBG yang dinilai sangat membantu siswa, khususnya mereka yang kerap datang ke sekolah tanpa sempat makan siang.

“Alhamdulillah, saya selaku kepala sekolah sangat senang, bahagia, sekaligus bangga. Program ini bisa membantu anak-anak untuk makan siang gratis di sekolah. Banyak siswa yang merasa terbantu dan antusias,” ujar Agus Maryanto, Rabu (03/09/2025).

Namun, Agus juga menyoroti sejumlah kendala teknis dalam pelaksanaan program tersebut. Salah satunya adalah lokasi pengambilan makanan yang cukup jauh dari sekolah, sehingga menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses distribusi.

“Kami hanya memiliki dua orang penjaga sekolah. Untuk mengangkut makanan secara bergilir, terpaksa melibatkan siswa. Ini tentu berdampak pada jam belajar karena mereka harus meninggalkan kelas selama 10 hingga 15 menit,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah dapat meninjau ulang kondisi infrastruktur di sekitar sekolah dan memperbaiki akses jalan agar kendaraan pengangkut makanan bisa langsung menjangkau area sekolah.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Koordinator Program MBG, Haris, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menerapkan sistem bergiliran untuk mendukung kelancaran program.

“Kami menggunakan sistem shift. Setiap harinya dua kelas bergiliran mengambil dan mengantarkan rantang makanan. Siswa juga masuk sekolah lebih awal, dari pukul 13.00 menjadi 12.30, untuk persiapan makan siang,” paparnya.

Meski ada penyesuaian jadwal dan tantangan teknis, Haris menilai pelaksanaan MBG secara umum berjalan cukup lancar dan mendapat dukungan penuh dari orang tua maupun siswa.

Salah satu siswa kelas 8E, Bagus Febriyan Anugrah Yusuf Putra, mengungkapkan kegembiraannya bisa menikmati makan siang gratis di sekolah. Menurutnya, program ini tidak hanya mengurangi pengeluaran harian, tapi juga membuat siswa lebih semangat.

“Saya merasa puas karena MBG sangat membantu mengurangi pengeluaran uang jajan. Jadi bisa nabung,” ujar Bagus dengan antusias.

“Kalau bisa, menunya lebih bervariasi, jangan direbus terus. Ayam goreng, tahu, buah seperti pisang atau jeruk, dan nasi goreng juga boleh sekali-kali,” tambahnya sambil tersenyum.

SUKARDI.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *