Poltamnews.com BANGKA SELATAN — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tahun anggaran 2024 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan ini disebut akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
“Realisasi pendapatan daerah 2024 sebesar Rp896,19 miliar atau 93,66 persen dari target. Belanja daerah terealisasi Rp948,64 miliar atau 94,06 persen dari pagu,” kata Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, dalam Rapat Paripurna DPRD Basel di Ruang Junjung Besaoh, Selasa (14/07/2025).
Ia menyebut, belanja transfer juga mencapai Rp107,03 miliar atau 92,98 persen. Meski defisit, anggaran berhasil ditutup dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya sebesar Rp2,01 miliar.
“SILPA ini bersumber dari kas daerah, bendahara pengeluaran, FKTP, BOS, BLUD, hingga BOK Puskesmas, totalnya lebih dari Rp1,9 miliar,” ujarnya.
Debby menegaskan, meski pendapatan turun, Pemkab Bangka Selatan tetap mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keenam kalinya.
“Capaian ini bukti komitmen Pemkab Bangka Selatan menjaga kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah,” tegas Debby.
Ia turut mengapresiasi dukungan Kementerian Dalam Negeri, TNI, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam memperkuat pelaksanaan pembangunan serta stabilitas ekonomi di Basel.
Namun Debby menekankan, capaian WTP bukanlah tujuan akhir. “WTP harus jadi motivasi memperkuat sistem informasi pemerintahan, efisiensi APBD, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan agar pengelolaan keuangan makin baik,” katanya.
Dalam rapat paripurna itu, Debby juga memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang menargetkan terwujudnya masyarakat Bangka Selatan yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.
“Rapat paripurna ini menjadi refleksi capaian keuangan sekaligus arah pembangunan berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkasnya.
Redaksi.

















