Poltamnews.com || CILEGON – Proses pembongkaran lapak di Kelurahan Sukmajaya, Kota Cilegon, jilid III telah rampung dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025.
Sebanyak 48 rumah yang selama ini menempati lahan tersebut telah rata dengan tanah.
Dengan selesainya pembongkaran jilid III ini, total 311 rumah telah dibongkar sejak tahap pertama hingga ketiga.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deni Juweni, saat ditemui di lokasi pembongkaran.
Data tim hingga saat ini masih ada 32 rumah yang bertahan di lokasi lapak.
“Hari ini kami berhasil membongkar 48 rumah menggunakan dua alat berat, namun masih ada 17 rumah yang belum kami bongkar,” ujarnya.
Proses pembongkaran berjalan dengan perlahan namun pasti. Sebagian besar warga sudah meninggalkan lokasi secara sukarela tanpa menimbulkan gesekan berarti.
Hal ini mendapat apresiasi dari Abah Jen, penerima kuasa lahan Sukmajaya.
Ia menilai sikap kooperatif warga menunjukkan pemahaman terhadap status lahan dan mendukung upaya penataan yang sedang berjalan.
“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat yang secara sukarela meninggalkan tempat ini,” ucap Abah Jen.
Proses pembongkaran akan terus berlanjut tanpa adanya paksaan, sebagai bukti bahwa warga memahami status lahan dan mendukung penataan yang dilakukan.
“Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dengan tetap menjaga hubungan baik dan saling menghormati,” tambah Abah Jen.
Namun demikian, pihak terkait telah melaporkan sebanyak 30 orang kepada aparat penegak hukum (APH) terkait masalah ini. Dari jumlah tersebut, 4 orang sudah ditahan, 2 masih buron, dan 1 ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Proses pembongkaran tahap ketiga ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang melibatkan pihak terkait guna menjamin ketertiban, keamanan, dan kelancaran kegiatan.
Abah Jen berharap proses pembongkaran yang berjalan damai ini menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan lahan dapat dilakukan secara humanis dan berkeadilan.
Sementara itu, Deni Juweni menyatakan pihaknya akan terus melakukan pendekatan persuasif hingga seluruh penghuni lapak meninggalkan lokasi tanpa sisa.
“Insyaallah pembongkaran lapak ini akan dilanjutkan kembali dua hari ke depan,” pungkasnya.
SUKARDI.

















