Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Kota Pangkalpinang

Menanam Kemandirian dari Pekarangan Rumah

0
×

Menanam Kemandirian dari Pekarangan Rumah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com | Pangkalpinang –

Editorial.
Oleh Angga poltamnes. com
Menanam Kemandirian dari Pekarangan Rumah

Dari Desa Panca Tunggal di Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan, tumbuh inspirasi yang sejuk.
Di tangan seorang petani bernama Anjaseno, pekarangan rumah disulap menjadi kebun produktif yang menumbuhkan bukan hanya sayuran, tetapi juga semangat kemandirian.
Gerakan kecil yang ia inisiasi bersama warga kelompok tani Tunas Harapan membuktikan, ketahanan pangan sejati bisa berakar dari halaman rumah sendiri.

Dalam masa ketika ketergantungan pada pasokan pasar begitu tinggi, langkah memanfaatkan lahan pekarangan menjadi alternatif yang bijak.
Tanaman hortikultura seperti cabai, jahe merah, terong, hingga kangkung bukan hanya memperindah lingkungan, tapi juga menekan biaya dapur keluarga.
“Alangkah baiknya kalau pekarangan yang sempit bisa kita manfaatkan. Sangat membantu ekonomi keluarga,” kata Anjaseno, Jumat (25/10).
Lebih dari sekadar aktivitas tani, gerakan ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat terhadap sumber pangan. Dari konsumtif menjadi produktif.

Dari menunggu menjadi berbuat. Pemerintah selayaknya memandang langkah semacam ini sebagai pelengkap strategis bagi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan berupa bibit, pelatihan, hingga akses pasar akan memperluas manfaatnya bagi masyarakat kecil.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus, menilai inisiatif ini patut dikembangkan karena mampu memenuhi kebutuhan sayur dan membuka peluang ekonomi. “Jika dilakukan secara masif, Bangka Selatan bisa menjadi contoh daerah dengan ketahanan pangan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Redaksi berpandangan, gerakan seperti ini perlu digalakkan di berbagai daerah. Ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan top-down, melainkan juga kesadaran kolektif warga untuk mandiri.
Karena dari pekarangan yang ditanami harapan, sesungguhnya tumbuh benih kemandirian bangsa. (red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *