Poltamnews.com CILEGON — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar warga Link Lapak Priuk, Kota Cilegon, bukan sekadar kegiatan keagamaan.
Di tengah keterbatasan dan persoalan yang masih mereka hadapi, acara tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat, kebersamaan, serta harapan warga.
Ketua Paguyuban Warga Link Lapak Priuk, Hari Mulyana, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Jumat malam (28/8/2026).
Menurut Hari, kegiatan tersebut sejak awal memang diarahkan untuk membangkitkan kembali semangat warga yang sempat mengalami keterpurukan setelah persoalan pembongkaran rumah dan perusakan fasilitas warga pada 2025 yang hingga kini, menurut warga, masih menyisakan ketidakjelasan.
“Saya merasa terharu karena tujuan kami sebetulnya hanya satu, untuk membangkitkan semangat warga lagi yang kemarin sempat down akibat pembongkaran dan perusakan fasilitas oleh pihak yang belum jelas dasar dan legalitasnya,” ujar Hari.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat menjadi titik awal tumbuhnya kembali keceriaan, semangat dan rasa kebersamaan warga.
Menurutnya, meski berada dalam kondisi yang terbatas, masyarakat tetap menunjukkan antusiasme untuk berbagi dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Hari juga berharap Pemerintah Kota Cilegon dan berbagai unsur pemangku kepentingan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Link Lapak Priuk.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengirimkan undangan kepada sejumlah pimpinan unsur pemerintahan, legislatif dan lembaga keagamaan di Kota Cilegon jauh sebelum kegiatan dilaksanakan.
Menurutnya, seluruh undangan tersebut telah diterima. Namun, pada pelaksanaannya, hanya perwakilan Polsek, Koramil dan Kelurahan Sukmajaya yang hadir dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, Hari menegaskan warga tidak berkecil hati.
“Mudah-mudahan di masa yang akan datang diharapkan agar pimpinan pemerintah, legislatif dan lembaga di Kota Cilegon bisa lebih respons terhadap warga masyarakat, tidak melupakan atau mengabaikan masyarakatnya seperti kami,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW warga Lapak Priuk, Heri Susanto, mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda keagamaan dan sosial.
Salah satu pesan utama dalam kegiatan itu adalah mengajak masyarakat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.
“Agendanya tadi mencontohkan akhlak-akhlak Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga,” ujar Heri.
Selain tausiah dan pengajian, kegiatan juga diramaikan dengan santunan anak yatim serta pemberian hadiah kepada peserta lomba keindahan dan kreativitas bakul.
Heri mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah membantu sehingga peringatan Maulid Nabi dapat terlaksana dengan lancar dan meriah.
“Semoga beliau-beliau dan seluruh tim panitia diberikan keselamatan, kesehatan jasmani dan rohani sampai akhir zaman,” ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan di lingkungan Lapak Priuk juga terus berkembang.
Selain peringatan Maulid Nabi, warga memiliki pengajian rutin anak-anak serta kegiatan malam Jumat yang diharapkan dapat terus berlangsung secara berkesinambungan.
DKM Dorong Warga Ramaikan Masjid
Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas Link Lapak Priuk, Mahpudin, mengaku bahagia sekaligus mengapresiasi terselenggaranya peringatan Maulid Nabi tahun ini.
Menurutnya, di tengah keterbatasan kondisi warga, masih ada pihak yang memberikan dukungan secara total sehingga kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dapat berlangsung dengan baik.
“Saya sangat senang, sangat bahagia dan sangat mengapresiasi karena di kondisi kita yang sangat terbatas ini ada pihak yang benar-benar mau totalitas membantu dan mendukung kita untuk merayakan PHBI tahun ini,” ungkap Mahpudin.
Ia berharap semangat yang muncul dari peringatan Maulid Nabi tidak berhenti setelah acara selesai.
Mahpudin justru berharap warga semakin antusias menghidupkan Masjid Al-Ikhlas dengan berbagai kegiatan ibadah dan keagamaan.
“Saya ingin hasil dari perayaan Maulid ini ke depannya warga lebih antusias untuk mengisi masjid dalam kegiatan ibadah apa pun. Tidak harus Maulid saja, kalau bisa kegiatan rutin setiap minggu jangan sampai putus,” tuturnya.
Warga Menangis, Minta Keadilan
Harapan sekaligus keprihatinan mendalam disampaikan perwakilan warga Link Lapak Priuk, Yulinawati.
Ia mengatakan masyarakat sangat antusias mengikuti Maulid Nabi karena selama beberapa tahun warga tidak pernah menggelar kegiatan semeriah tersebut.
Namun, di balik kebahagiaan itu, Yulinawati mengaku masih merasakan kesedihan karena merasa keberadaan warga Lapak Priuk belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah.
“Selama beberapa tahun kami tidak pernah mengadakan acara semeriah ini. Saya sangat antusias, tetapi saya juga merasa sangat sedih, kenapa pihak petinggi pemerintah, legislatif dan pimpinan lembaga di Kota Cilegon tidak pernah mau melirik kami sedikit pun,” ujarnya.
Yulinawati mengatakan pihaknya telah mengundang para pejabat dan pimpinan lembaga secara resmi jauh sebelum acara berlangsung.
“Namun, menurut dia, banyak undangan yang tidak dapat hadir dan tidak mengirimkan perwakilan.
“Ada apa?” katanya.
Ia berharap pemerintah mulai dari tingkat daerah hingga para pemangku kebijakan dapat hadir secara langsung untuk melihat kondisi warga Lapak Priuk.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di lapangan penting agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dipahami secara utuh dan dicarikan solusi yang adil.
“Kami hanya ingin agar keberadaan kami dapat diakui dan diperlakukan selayaknya sebagai warga yang merupakan bagian dari masyarakat Kota Cilegon,” kata Yulinawati.
Dengan suara bergetar dan meneteskan air mata, ia menyampaikan harapan agar warga Lapak Priuk tidak dipandang sebelah mata.
“Kami hanya ingin diakui. Kami juga manusia, kami juga bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, warga Cilegon,” ucapnya.
Yulinawati juga meminta agar persoalan yang menyangkut tempat tinggal warga Lapak Priuk dapat diselesaikan melalui jalur hukum dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan keadilan.
“Kami hanya minta keadilan. Tolong beri kami keadilan. Kami tidak merebut hak orang lain, kami hanya ingin diberikan tempat yang sudah lama kami tempati,” ucapnya dengan penuh harap.
Menurut Yulinawati, warga selama ini juga merasa telah menjaga dan merawat lingkungan tempat mereka tinggal.
Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan tersebut dari sisi aturan maupun kepemilikan lahan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan masyarakat yang telah lama menetap di kawasan tersebut.
Maulid Jadi Jembatan Komunikasi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Link Lapak Priuk akhirnya tidak hanya menjadi perayaan keagamaan.
Bagi warga, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangkitkan kembali semangat setelah menghadapi berbagai persoalan, sekaligus menyampaikan harapan agar pemerintah dan para pemangku kepentingan lebih dekat dengan masyarakat.
Di momentum Maulid Nabi ini, warga berharap pintu komunikasi dengan pemerintah semakin terbuka. Mereka ingin persoalan yang dihadapi dapat dibicarakan secara bersama-sama sehingga menghasilkan solusi yang tetap memperhatikan hukum, kemanusiaan, keadilan, serta martabat warga sebagai bagian dari masyarakat Kota Cilegon.
Sukardi.

















