Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Kota Pangkalpinang

Manager Persipas U15 Kecewa pada Kepemimpinan Wasit di Laga Piala Soeratin 2025

0
×

Manager Persipas U15 Kecewa pada Kepemimpinan Wasit di Laga Piala Soeratin 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com | Pangkalpinang. – Pertandingan semi final pada laga kejuaraan Soeratin 2025, Kekecewaan terhadap wasit diungkapkan sosok manager Persipas U15 pada pertandingan Persipas VS Real Baghdad pada selasa sore di Stadion Depati Amir kota Pangkalpinang, Rabu( 20/08/2025).

Terlihat jelas perlakuan wasit pada persipas U15 pada pertandingan, Banyak pelanggaran yang terjadi dilapangan selalu dianulir oleh wasit, sebagai penguasa dilapangan seolah-olah seperti bermain sabun, titipan dari panitia pelaksana.

Kekecewaan ini bukan diungkapkan oleh manager Persipas U15 namu juga diungkapkan oleh para penonton diatas podium, karena terlihat jelas berkali-kali terlihat Hans ball oleh lawan persipas namun tidak ditanggapi oleh wasit.

Ini juga diduga ada kecurangan serta ketidakjelian oleh panitia pelaksana dalam memilih wasit yang tidak berkompeten, sangat dipertanyakan kenapa wasit yang dipakai dalam memimpin diserahkan oleh wasit diluar Pangkalpinang sedangkan wasit tuan rumah hanya dipakai satu orang.

Asprov didalam laga ini jelas sangat merugikan para club di Pangkalpinang, terkait mobil ambulan saat pertandingan partai pertama di laga semi final telat hadir, sedangkan ambulan harusnya terlebih dahulu datang ke lapangan sebelum pertandingan dimulai.

Ungkapan kekecewakan oleh manager Persipas U15 pada wasit yang memimpin pertandingan Persipas VS Real Baghdad Okta mengatakan,”Sebagai manager u15 Persipas, tidak puas atas kepemimpinan wasit yg memimpin pertandingan. Seharusnya kualitas wasit harus diseleksi dulu, apalagi utk pertandingan semifinal. Ini menjadi pr bagi Asprov sebagai penyelenggara.
Kalah menang dalam pertandingan itu hal yang biasa, tetapi harus sportif,” ucapnya.

“Belum lagi sarana pendukung pertandingan seperti kualitas stadion yg rumputnya tinggi nggak terpotong, ambulan yg telat hadir sehingga membuat molor pertandingan menjadi, dan pihak keamanan yg tidak hadir dalam pertandingan semifinal tadi sore,” tukasnya.

“Ini harus menjadi PR untuk penyelenggara pertandingan, karena ini event resmi tahunan PSSI bukannya kejuaraan tarkam,” tamba Okta dengan nada geram.

Asprov sebagai penyelenggara pertandingan resmi sperti ini harusnya bisa menata serta menyusun agenda penyelenggaraan lebih teliti lagi agar tidak terjadi lagi kesalahan seperti ini. (red).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *