Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Politik

Ketua Panti Asuhan Aisyiyah Ucapkan Terima Kasih Dan Apresiasi Kepada Polres Bangka Barat

2500
×

Ketua Panti Asuhan Aisyiyah Ucapkan Terima Kasih Dan Apresiasi Kepada Polres Bangka Barat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Babar,Poltamnews.com  –  Dalam Rangka Hut Bhayangkara ke-77 Polres Bangka Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat AKBP catur Prasetyo SIK memberikan bantuan sosial salah satunya panti asuhan Aisyiyah. Jumat. (02/06/2023)

Ketua Pengurus Panti Asuhan Aisyiyah Ibu Rina di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, memberikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Polres Bangka Barat atas bantuan sembako yang diserahkan langsung oleh Kapolres Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat AKBP Catur Prasetiyo SIK, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-77

Ketua Pengurus Panti Asuhan Aisyiyah Ibu Rina merasa terharu dan sangat mengapresiasi Bantuan sembako, diharapkan bansos ini dapat membantu anak-anak di panti asuhan Aisyiyah.

Ibu Rina menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bangka Barat, AKBP Catur Prasetiyo SIK, atas perhatian dan kepeduliannya terhadap Panti Asuhan Aisyiyah.

” Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Bangka Barat yang telah memberikan bantuan berupa sembako pada panti asuhan Aisyiyahh, semoga ini dapat bermanfaat terima kasih bapak Kapolres Bangka Barat” tutur Ibu Rina

Kapolres Bangka Barat, AKBP Catur Prasetiyo SIK, menjelaskan bahwa bantuan sembako ini merupakan salah satu upaya Polres Bangka Barat untuk mempererat Silaturahmi dengan berbagai pihak di wilayahnya, dan kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari HUT Bhayangkara ke-77

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov, DPRD, dan APH bersinergi awasi tata niaga TBS sawit. POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyepakati pembentukan formulasi pengawasan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit guna menjamin transparansi dan keadilan harga bagi petani mandiri. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat penetapan indeks K TBS sawit yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, Rabu (6/5/2026). Rapat dihadiri Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, perwakilan Kejaksaan Tinggi Babel, Polda Babel, serta pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya meminta pemerintah daerah segera membentuk tim pengawasan dan posko pengaduan setelah harga TBS ditetapkan. “Kita minta setelah harga ini ditetapkan, perlu segera dibentuk tim pengawasan dan juga posko pengaduan. Ini penting supaya kita tahu keluh kesah petani di lapangan seperti apa,” kata Didit. Menurutnya, pengawasan perlu melibatkan aparat penegak hukum guna menjaga stabilitas sektor pertanian yang saat ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. “Jika harga di tingkat petani dimainkan oleh oknum, daya beli masyarakat akan langsung merosot. Pemerintah harus berdiri objektif di tengah; perusahaan tidak boleh rugi, tapi petani juga jangan sampai dizalimi oleh sistem yang tidak transparan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel Kurniawan mengatakan pihaknya tengah menyusun formulasi pengawasan yang lebih terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Harapannya setelah ini kita akan menyusun formulasi agar pengawasan di lapangan lebih terpadu dengan melibatkan pihak Polda dan Kejati,” kata Kurniawan. Ia menjelaskan, masih terdapat tantangan dalam memberikan pemahaman kepada petani terkait rantai distribusi TBS. Pasalnya, harga yang ditetapkan pemerintah merupakan harga di tingkat pabrik, sementara harga yang diterima petani dipengaruhi sejumlah komponen distribusi. “Perlu dipahami bahwa harga yang ditetapkan ini adalah harga di pabrik. Dalam prosesnya, ada komponen lain seperti Delivery Order (DO) atau jasa pengepul yang memengaruhi harga bersih yang diterima petani,” ujarnya. Rapat juga menyepakati koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPKP, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penerapan indeks K dan harga TBS berjalan merata tanpa penyimpangan.
Politik

POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama…