Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Berita

Maulid Nabi di Kampung Lapak Periuk Jadi Momentum Gerakkan Sedekah dan Dorong Pemerintah Lebih Peduli Warga

0
×

Maulid Nabi di Kampung Lapak Periuk Jadi Momentum Gerakkan Sedekah dan Dorong Pemerintah Lebih Peduli Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com CILEGON — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kampung Lapak Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan semangat bersedekah dan kepedulian terhadap sesama.

Hal itu disampaikan Ustadz Samroni selaku penceramah dalam kegiatan Maulid Nabi yang digelar Jumat malam (28/8/2026).

Samroni yang juga Ketua PC Ansor Kecamatan Pulomerak, Cilegon, menilai peringatan Maulid Nabi harus mampu memberikan dampak positif dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu mengenal lebih dekat keteladanan Nabi Muhammad SAW, terutama akhlak dan cara Rasulullah membangun kehidupan bermasyarakat.

“Bagaimana warga ini lebih mengenal Nabi Muhammad dengan akhlaknya, dan bagaimana supaya masyarakat benar-benar cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Aplikasinya salah satunya adalah sedekah,” ujar Samroni.

Ia mengatakan, semangat bersedekah terlihat dari antusiasme warga yang secara bersama-sama membuat bakul panjang untuk kemudian dibagikan kepada para tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Tradisi itu, kata dia, memiliki nilai pendidikan sosial yang kuat karena masyarakat secara langsung diajarkan untuk berbagi dan membantu sesama.

“Itulah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, sedekah. Salah satu jalan mengikuti Nabi Muhammad adalah bersedekah,” katanya.

Samroni juga mengapresiasi tingginya antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan Maulid Nabi. Ia memperkirakan sekitar 80 hingga 90 persen masyarakat menunjukkan semangat untuk berpartisipasi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh lingkungan dalam memberikan contoh positif kepada warga.

“Tokoh-tokoh masyarakat harus bisa memberikan contoh yang terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu bagaimana cara mencintai Nabi, salah satunya dengan kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Soroti Ketidak hadiran Sejumlah Tokoh
Dalam kesempatan tersebut, Samroni turut menyinggung ketidakhadiran sejumlah pejabat penting di Kota Cilegon dan tokoh yang sebelumnya diundang dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut. Ia menyebut sebagian di antaranya tidak hadir maupun tidak mengutus perwakilan.

Kendati demikian, Samroni memilih menyikapinya secara positif. Menurutnya, bisa saja para pejabat dan tokoh tersebut sedang menjalankan agenda lain yang waktunya bersamaan.

“Kita positif saja, mungkin sedang ada agenda yang lebih penting atau ada acara lain yang berbarengan sehingga tidak bisa hadir bersama warga masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan mendoakan para tokoh dan pejabat Kota Cilegon yang tidak dapat hadir agar ke depan menjadi pemimpin yang benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat.

Minta Pemerintah Turun Langsung ke Lapangan
Lebih jauh, Samroni berharap pemerintah, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan yang dihadapi warga di lapangan, termasuk masyarakat Kampung Lapak Periuk.

Ia meminta masyarakat tidak hanya didatangi atau diberikan perhatian ketika momentum politik seperti pemilu maupun pilkada, tetapi juga mendapatkan pendampingan, edukasi, dan pembinaan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya memohon kepada seluruh elemen pemerintahan dan tokoh agama mau mensupport dan membantu warga masyarakat yang susah, terlebih dari sisi kemanusiaannya,” kata Samroni.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pendampingan agar dapat memahami bagaimana membangun kehidupan bermasyarakat dan menjaga hubungan yang baik di lingkungan.

“Masyarakat harus dirangkul dan diberikan edukasi yang benar tentang bagaimana bermasyarakat dan hidup di tengah lingkungan,” katanya.

Samroni mencontohkan kondisi warga Kampung Lapak Periuk sebagai bagian dari masyarakat Kota Cilegon yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian langsung dari para pemangku kepentingan.

Ia berharap pejabat pemerintah daerah bersama aparat terkait sesekali turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara nyata, termasuk berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Coba sekali-kali cek di lapangan, lihat warga Kampung Lapak Periuk seperti apa, apa permasalahannya dan apa sebabnya. Mereka juga merupakan warga Cilegon yang sepantasnya mendapat perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Kota Cilegon dan para tokoh serta elemen lainnya,” tegasnya.

Samroni menambahkan, apabila masyarakat melakukan kesalahan, pemerintah maupun aparat diharapkan tidak membiarkannya, tetapi memberikan arahan dan mengingatkan secara baik.

Sebaliknya, apabila masyarakat berada di jalur yang benar, dukungan juga harus diberikan.

“Kalau memang salah, ingatkan kesalahannya. Kalau benar, maka kebenaran itu harus didukung. Pemerintah dan tokoh wajib hadir pada permasalahan yang dihadapi warga masyarakat. Jangan dibiarkan begitu saja,” pungkas Samroni.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Lapak Periuk tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan.

Kegiatan itu menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, menghidupkan semangat bersedekah, sekaligus mendekatkan para pemimpin dengan masyarakat yang mereka layani.

Sukardi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *