Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Politik

Berbagi Harapan, PT TIMAH Tbk Dukung Perawatan Arkana yang Berjuang untuk Hidup Sehat

0
×

Berbagi Harapan, PT TIMAH Tbk Dukung Perawatan Arkana yang Berjuang untuk Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com | Bangka – PT TIMAH Tbk kembali memberikan bantuan biaya pengobatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, PT TIMAH Tbk memberikan bantuan untuk M.Arkana Alfariqzi, balita yang sedang berjuang melawan penyakit jantung.

Arkana Alfariqzi warga Air Ruai, Kabupaten Bangka diketahui menderita penyakit jantung sejak berusia tiga hari. Balita berusia dua tahun ini hingga kini masih menjalani pengobatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Orang tua Arkana, Ego Siah Putra mengatakan setelah mengalami pemeriksaan lanjutan, anaknya juga diketahui mengalami gangguan pada paru-parunya. Sehingga pengobatan harus dilakukan intensif.

“Pada usia tiga hari anak saya didiagnosis mengalami jantung bocor. Awalnya, keterbatasan alat di Bangka hanya mampu mendeteksi satu masalah, namun setelah dirujuk ke Jakarta, tidak hanya jantung bocor, Arkana juga memiliki masalah paru-paru serta kemungkinan enam hingga tujuh kondisi medis kompleks lainnya,” cerita Ego.

Edo mengatakan, mereka sudah dua bulan berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan, bahkan kondisinya sempat drop yang menyebabkan jadwal operasi tertunda.

“Syukurnya, satu kebocoran jantung berhasil diperbaiki. Namun, kebocoran kedua harus ditunda karena risiko yang terlalu tinggi jika dilakukan bersamaan. Kontrol enam bulan pasca operasi di Jakarta menunjukkan kondisi jantung Arkana sudah membaik, harapan kini bertumpu pada perkembangan usia, agar kebocoran kedua dapat menutup dengan sendirinya,” jealasnya.

Sebagai pekerja serabutan, Edo mengalami kendala finansial untuk mengobati anaknya. Biaya pengobatan yang dibutuhkan tidak sedikit sehingga dirinya membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak, termasuk PT TIMAH Tbk.

Kondisi ini diperparah dengan kebutuhan nutrisi khusus Arkana. Balita ini harus mengonsumsi susu khusus melalui infus hidung ke lambung, sesuai rekomendasi dokter.

“Kebutuhan medis ini sangat memengaruhi pertahanan ekonomi kami. Selama di Jakarta, biaya oksigen saja sangat mahal dan itu jadi beban tambahan. Susu khusus rekomendasi dari dokter itu cuma satu dan mahal, dan tidak bisa diganti dengan bubur, beruntung kami masih ditanggung oleh BPJS,” katanya.

Dirinya mengapresiasi dukungan PT TIMAH Tbk yang kedua kalinya membantu buah hatinya. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka sehingga bisa membantu biaya pengobatan anaknya.

“Kami sangat bersyukur dengan bantuan dari PT TIMAH Tbk. Semoga PT TIMAH Tbk selalu diberi kelancaran rezeki dan bisa lebih sering untuk tetap membantu anak-anak dalam kebutuhan medis. Semoga semua pekerja juga diberi kesehatan,” tutupnya. (red/sumber www.timah.com)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov, DPRD, dan APH bersinergi awasi tata niaga TBS sawit. POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyepakati pembentukan formulasi pengawasan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit guna menjamin transparansi dan keadilan harga bagi petani mandiri. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat penetapan indeks K TBS sawit yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, Rabu (6/5/2026). Rapat dihadiri Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, perwakilan Kejaksaan Tinggi Babel, Polda Babel, serta pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya meminta pemerintah daerah segera membentuk tim pengawasan dan posko pengaduan setelah harga TBS ditetapkan. “Kita minta setelah harga ini ditetapkan, perlu segera dibentuk tim pengawasan dan juga posko pengaduan. Ini penting supaya kita tahu keluh kesah petani di lapangan seperti apa,” kata Didit. Menurutnya, pengawasan perlu melibatkan aparat penegak hukum guna menjaga stabilitas sektor pertanian yang saat ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. “Jika harga di tingkat petani dimainkan oleh oknum, daya beli masyarakat akan langsung merosot. Pemerintah harus berdiri objektif di tengah; perusahaan tidak boleh rugi, tapi petani juga jangan sampai dizalimi oleh sistem yang tidak transparan,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Babel Kurniawan mengatakan pihaknya tengah menyusun formulasi pengawasan yang lebih terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Harapannya setelah ini kita akan menyusun formulasi agar pengawasan di lapangan lebih terpadu dengan melibatkan pihak Polda dan Kejati,” kata Kurniawan. Ia menjelaskan, masih terdapat tantangan dalam memberikan pemahaman kepada petani terkait rantai distribusi TBS. Pasalnya, harga yang ditetapkan pemerintah merupakan harga di tingkat pabrik, sementara harga yang diterima petani dipengaruhi sejumlah komponen distribusi. “Perlu dipahami bahwa harga yang ditetapkan ini adalah harga di pabrik. Dalam prosesnya, ada komponen lain seperti Delivery Order (DO) atau jasa pengepul yang memengaruhi harga bersih yang diterima petani,” ujarnya. Rapat juga menyepakati koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DPKP, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penerapan indeks K dan harga TBS berjalan merata tanpa penyimpangan.
Politik

POLTAMNES .COM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama…