Poltamnews.com |Pangkalpinang – Ul Daul Madura yang ditampilkan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada Selasa (27/8/2024) kemarin, sukses menghipnotis penonton Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke 79 di Kota Pangkalpinang.
Ketua Ikama Provinsi Kepulauan Babel, Aan Junaedy (Cak Aan) mengungkapkan, organisasi keluarga Madura itu sudah 5 (lima) tahun belakangan ini aktif berpartisipasi menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI dengan mengikuti Karnaval, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.
“Ini adalah tahun kelima kami berpartisipasi dalam Karnaval Agustusan di Provinsi Kepulauan Babel. Tahun ini, kami menampilkan Ul Daul, musik khas dari Madura, untuk memberikan warna berbeda dalam perayaan ini,” ujar Cak Aan dalam keterangannya, yang diterima redaksi, Rabu (28/8/2024) siang.
Lebih lanjut, Cak Aan menjelaskan, Ikama selalu berupaya menampilkan berbagai aspek budaya Madura yang berbeda setiap tahunnya. Hal ini, lanjut Cak Aan, dilakukan Ikama agar masyarakat Kepulauan Babel semakin mengenal keunikan budaya Madura.
“Setiap tahun kami tampil dengan budaya Madura yang berbeda, agar masyarakat di sini bisa lebih mengenal keunikan dan kekayaan budaya yang kami miliki,” tambahnya.
Selain itu, kata Cak Aan, budaya khas Madura yang Ikama Provinsi Kepulauan Babel tampilkan setiap mengikuti Karnaval Agustusan, merupakan perwujudan komitmen dan konsistensi dalam memperkenalkan keunikan dan kekayaan budaya khas Madura, ke tengah-tengah masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.
Cak Aan berharap, penampilan budaya khas Madura dalam setiap Karnaval Perayaan HUT Kemerdekaan RI, bisa menjadi pengobat rindu bagi masyarakat Madura yang tinggal di Provinsi Kepulauan Babel.
“Semoga, apa yang kami tampilkan setiap tahun dalam Karnaval Agustusan ini bisa menjadi pelepas rindu bagi masyarakat Madura di Kepulauan Babel ini, sekaligus memperkuat ikatan budaya di tanah rantau,” tutupnya.
Melansir dari berbagai sumber, Ul Daul adalah salah satu musik tradisional Madura yang populer di kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Musik ini sering dimainkan dalam acara-acara besar di Madura.
Yang mana, Ul Daul merupakan pengembangan dari musik tong-tong yang lebih modern. Musik ini dimainkan dengan barang-barang bekas, seperti tong dan jerigen besar, yang menghasilkan suara yang dinamis.
Awalnya, Ul Daul dimainkan oleh remaja untuk membangunkan orang-orang menjelang sahur di bulan Ramadan. Musik ini hampir mirip dengan musik patrol di Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Ul Daul juga dibentuk melalui praktik sosial dengan tujuan pariwisata, yaitu untuk mendapatkan devisa lokal dan keuntungan bagi masyarakat Madura. (red)

















