Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
AdvertorialKab. Bangka Selatan

Nanas Bikang Jadi Potensi Unggulan Desa Bikang

0
×

Nanas Bikang Jadi Potensi Unggulan Desa Bikang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POLTAMNEWS.COM – Bikang merupakan sebuah desa penghasil nanas terbesar di Kabupaten Bangka Selatan, hal ini dikarenakan hasil pertanian utama desa berupa nanas itu melimpah ruah.

Selain itu, buah nanas bikang ini juga terkenal dengan cita rasa yang sangat manis dan gurih. Selain rasa yang manis, buah nanas ini juga memiliki kadar airnya yang sedikit.

Hal ini dikarenakan, cara pemupukan juga berbeda serta juga dipengaruh oleh faktor tanah di Desa tersebut.

Sedangkan untuk pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yakni, yang pertama saat ditanam lalu yang kedua pada mulai muncul tunas nanas.

Untuk pupuk sendiri mereka (masyarakat Desa Bikang) hanya mengunakan urea, apabila terlalu banyak pupuk maka rasanya pasti berubah seperti hambar.

Jadi tidak heran jika buah nanas bikang ini banyak diminati oleh masyarakat Bangka Selatan maupun luar daerah Bangka Selatan.

“Nanas Bikang ini hanya 2 kali pupuk sehingga rasanya tetap terjaga, dan juga bagi masyarakat yang membeli nanas ini apabila di desa bikang maka itu original rasanya, tetapi apabila membeli di luar desa Bikang maka kita tak menjamin rasanya seperti nanas Bikang,” ujar Kepala Desa Bikang Zulfani, Senin (26/2/2024).

Pria yang akrab disapa bang Ifan ini juga menjelaskan, untuk luas lahan perkebunan desa khusus buah nanas ini sekitar 12 hektar.

Selain itu di Desa Bikang juga terdapat sistem tumpang sari yang berada di tengah – tengah kebun sawit.

“Perkebunan Desa ini khusus buah nanas sekitar 12 hektar dan ada juga sistem tumpang sari, dengan jumlah 200 rumpun,” jelas dia.

Tak hanya itu, kata Ifan, buah nanas Bikang ini juga sudah didaftarkan ke pendaftaran Indikasi Geografis di Kemenkumham Babel. Dengan harapan nanas Bikang ini bisa menjadi produk olahan yang bernilai jual tinggi.

“Nanas Bikang ini menjadi salah satu icon untuk Kabupaten Bangka Selatan dan Nanas ini sangat di kenal di Pulau Bangka. Tekstur daging buah yang lembut dengan daging buah berwarna kuning dipadukan dengan rasanya yang manis dan menyegarkan menjadikan Nanas Bikang memiliki keunggulan tersendiri,” kata dia.

Untuk mengembangkan perkebunan nanas Bikang ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga telah memberikan bantuan berupa bangsal pasca panen.

Bangsal pasca panen ini diharapkan dapat menampung hasil panen buah nanas milik warga dan kemudian akan di beli oleh pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk pembangunan Bangsal ini sendiri memakan biaya sebesar Rp 200 juta.

“Pemkab Basel juga banyak membantu melalui pendirian Bangsal atau gudang penyimpanan pasca panen,” tuturnya.

Meski demikian, lanjut Ifan, dengan keadaan ekonomi sekarang ini terutama rendahnya harga timah tentu sangat berpengaruh dengan perekonomian warganya. Karena itu, ia bersama perangkat Desa yang lain meminta kepada Pemkab agar dicarikan solusi agar perekonomian tetap stabil.

Karena, kata Ifan, pada 2021 kemarin, sempat ada yang mau mendirikan pabrik untuk pengolahan nanas tetapi hingga sekarang tak berkabar sama sekali. Padahal sangat tepat apabila nanas Bikang ini bisa diolah menjadi sebuah produk apalagi pabriknya berada di desa penghasil nanas.

“Kami berharap desa Bikang bisa menjadi tempat Agrowisata buah nanas, dengan luas lahan yang cukup luas dan juga bisa berkembang dengan baik serta menjadi satu – satunya tempat wisata buah di Kabupaten Bangka Selatan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *