PoltamNews.com, Pangkalpinang — Berita proyek swakelola di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, yang viral di beberapa media online belakangan ini, berbuntut panjang.
Eddy Kurnia, tokoh yang dirugikan oleh pemberitaan tersebut, dengan didampingi kuasa hukumnya, Armansyah SS SH, pada Kamis (23/1/2025), akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan dua media online, ke Ditreskrimsus Siber Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Armansyah selaku kuasa hukum Eddy mengungkapkan, laporan tersebut telah diterima oleh Ditreskrimsus Siber Polda Kepulauan Babel dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut Armansyah, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Siber Polda Kepulauan Babel nantinya, akan menentukan apakah pemberitaan tersebut telah melanggar etika jurnalistik dan peraturan yang berlaku atau tidak.
“Sebelumnya kami telah menerima permintaan dari Eddy Kurnia untuk mendampinginya membuat laporan ke Polda Kepulauan Babel,” jelas Armansyah.
“Hari ini, 23 Januari 2025, kita melaporkan dua media online. Kita sudah terima Bukti Lapor (LP) dengan Nomor: TBL/7/1/2025/Ditreskrimsus,” lanjutnya.
Armansyah berharap, laporan tersebut dapat dijadikan pembelajaran. Karena, menurut Armansyah, pemberitaan sepihak dapat menimbulkan beban psikologis yang buruk bagi yang diberitakan dan keluarganya.
“Yang pasti, laporan ini harus dijadikan pembelajaran. Agar ke depannya tidak ada pihak yang dirugikan karena efek dari pemberitaan sepihak,” harapnya.
Terpisah, Eddy Kurnia kepada media ini mengungkapkan, bahwa berita yang terbit di dua media online yang dilaporkannya itu, banyak memuat informasi yang tidak akurat dan menyesatkan.
“Saya merasa dirugikan oleh pemberitaan itu. Beritanya banyak di luar jalur dan terkesan hoaks,” tutup Eddy. (*)