Poltamnews.com, BANGKA SELATAN – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Bangka Selatan, Sumindar mengajak masyarakat untuk berperan sosial dalam memerangi narkoba.
Ajakan tersebut diutarakan Sumindar, dalam rapat koordinasi Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Bangka Selatan, di Hotel Grand Marina Toboali, Kamis (10/8/2023).
Menurut Sumindar, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya memerangi permasalahan penyalahgunaan NAPZA. Hal ini sesuai dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang NARKOTIKA, pasal 104 dan pasal 107.
“Kami Harap agar kondisi permasalahan penyalahgunaan NAPZA ini bisa diatasi,” ujarnya.
Dijelaskan Sumindar, untuk menyoroti berbagai fenomena yang terjadi saat ini. Pemkab Bangka Selatan sudah memiliki Perda nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
“Dengan dibentuknya Perda ini, mudah-mudahan bisa menjadi panduan untuk memerangi permasalahan Napza atau penyalahgunaan narkoba secara bersama-sama,” jelasnya.
Lanjutnya, wilayah Kabupaten Bangka Selatan yang dikelilingi oleh banyak perairan laut, dapat menjadi tempat masuk atau peluang yang mudah dalam menyebarnya peredaran narkoba.
Menurut berbagai sumber, kejahatan narkoba ini menjadi kejahatan tertinggi kedua serta mempunyai dampak kejahatan yang lebih berbahaya.
Narkoba juga merupakan jenis kejahatan extraordinary crime. Hal ini berdasarkan data, setiap tahun korban penyalahgunaan NAPZA semakin meningkat dengan proporsi penyalahgunaan terbanyak yaitu Para Pekerja dan juga Pelajar.
“Konsekuensi akibat penyalahgunaan NAPZA ini yaitu mengalami masalah kejiwaan dan rentan terkena penyakit berbahaya seperti Sakit Paru-paru bahkan HIV/ AIDS,” bebernya.
“Dengan semakin berkembangnya teknologi memberikan dampak negatif terhadap permasalahan penyalahgunaan Narkoba khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Selatan,” tutupnya.
Adapun tema rapat koordinasi “Peran Sosial Masyarakat dalam Upaya Mendukung P4GN di Kabupaten Bangka Selatan” dihadiri Kepolisian, petugas Puskesmas, perangkat RT, pekerja sosial masyarakat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
(Hendrik)

















