Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
DaerahKab. Bangka Selatan

BPS Bangka Selatan Canangkan Desa Cinta Statistik Tahun 2026

0
×

BPS Bangka Selatan Canangkan Desa Cinta Statistik Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BPS Bangka Selatan Canangkan Desa Cinta Statistik Tahun 2026

PoltamNews.Com, Toboali — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan resmi mencanangkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 pada Kamis (30/7/2026) di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Toboali. Program pembinaan statistik sektoral tersebut, merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola data di tingkat desa sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih akurat, terukur, dan berkelanjutan.

Mewakili Bupati Bangka Selatan, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Muhammad Zamroni membuka kegiatan tersebut, yang dihadiri Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, Kepala BPS Kabupaten Bangka Selatan, Agung Rachmadi, jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para Agen Statistik.

Tahun 2026, Desa Kaposang, Desa Bikang, dan Desa Kepoh ditetapkan sebagai ”Desa Cantik”. Program ini merupakan bagian dari pembinaan BPS untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola data statistik sektoral sehingga mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Membacakan sambutan Bupati Bangka Selatan, Muhammad Zamroni, menyampaikan bahwa pembangunan nasional yang berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari arah kebijakan strategis pemerintah pusat. Salah satunya melalui implementasi Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta pembangunan nasional.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh ketersediaan data yang valid, akurat, dan terpercaya. Oleh karena itu, penguatan sistem statistik hingga tingkat desa menjadi fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang tepat sasaran.

“Kehidupan demokratis yang sehat dan berkeadilan mensyaratkan adanya keterbukaan informasi dan pengambilan kebijakan yang berbasis data. Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk penataan lembaga, teristimewa dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional,” ujar Zamroni.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BPS memiliki peran strategis sebagai penyedia data berkualitas yang menjadi rujukan utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, ketepatan dalam proses pengumpulan data merupakan faktor utama untuk menghasilkan statistik yang berkualitas.

“Benar dalam pengumpulan data, maka statistik yang dihasilkan tepat. Data yang tepat itulah menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan dalam pembangunan kita,” tegasnya.

Zamroni juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Ia menilai, keterlibatan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, BPS, Bapperida, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta seluruh perangkat daerah menjadi kunci dalam mewujudkan data statistik sektoral yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *