Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
BeritaKota Pangkalpinang

DPRD Babel Tegaskan Komitmen Perjuangkan Stabilitas Harga Sawit

0
×

DPRD Babel Tegaskan Komitmen Perjuangkan Stabilitas Harga Sawit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DPRD Babel Tegaskan Komitmen Perjuangkan Stabilitas Harga Sawit

Poltamnews.com, Pangkalpinang — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani kelapa sawit dengan mendorong upaya stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara DPRD Babel dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bangka Belitung yang membahas dampak kebijakan perdagangan dan ekspor crude palm oil (CPO) terhadap harga sawit serta kondisi perekonomian masyarakat. Pertemuan berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Selasa (2/6/2026).

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut untuk merespons aspirasi petani yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Salah satu langkah yang didorong DPRD yakni meminta seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) kembali membeli TBS petani sesuai kesepakatan yang telah dibahas bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Babel pada 7 Mei 2026.

“DPRD meminta seluruh PKS menjalankan kesepakatan harga yang telah dibahas bersama pemerintah daerah. Kami juga mengacu pada hasil rapat di kementerian yang dipimpin Wakil Menteri pada 29 Mei lalu,” kata Didit.

Selain itu, DPRD mendorong pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk mengoptimalkan pelaksanaan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 sebagai dasar pengawasan tata niaga kelapa sawit di daerah.

Dalam audiensi tersebut juga muncul laporan terkait dugaan ketidaksesuaian timbangan yang dinilai berpotensi merugikan petani. DPRD meminta persoalan tersebut ditindaklanjuti oleh pihak terkait guna memastikan transparansi dan keadilan dalam proses transaksi hasil panen.

“Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, tentu akan diproses sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujarnya.

Didit menambahkan, petani sawit saat ini juga menghadapi tantangan berupa tingginya biaya produksi, terutama untuk kebutuhan pupuk. Menurutnya, harga TBS yang diterima petani saat ini masih berada di kisaran Rp2.100 per kilogram, sementara harga yang dianggap ideal mencapai sekitar Rp2.700 per kilogram.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena penurunan harga sawit berdampak langsung terhadap pendapatan petani dan daya beli masyarakat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Babel berencana bertemu dengan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk menyampaikan aspirasi petani serta mendorong langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga sawit di Bangka Belitung.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *