Kapolda Babel Ajak Pers Patuhi Etika Hukum Demi Demokrasi Berkualitas
Poltamnews.com, Pangkalpinang — Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, menegaskan profesionalisme jurnalis menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah disrupsi arus informasi digital.
Pernyataan itu disampaikan dalam seminar dan dialog publik bertema “Profesionalisme Jurnalis dalam Menyampaikan Informasi Publik yang Akurat, Berimbang dan Sesuai Ketentuan Hukum” di Gedung Tribrata Polda Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/5/2026).
Viktor mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap komunikasi publik menjadi semakin kompleks. Kecepatan distribusi informasi, menurut dia, membawa peluang sekaligus tantangan serius, terutama terkait akurasi dan tanggung jawab pemberitaan.
“Di era disrupsi informasi, jurnalis memiliki peran yang semakin strategis. Tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kualitas demokrasi. Karena itu, profesionalisme menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Viktor.
Ia menegaskan, kebebasan pers dalam sistem demokrasi harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap etika jurnalistik dan ketentuan hukum, termasuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
“Pers memiliki kebebasan, tetapi kebebasan itu bukan tanpa batas. Ada koridor hukum dan etika yang harus dijaga bersama. Di situlah letak profesionalisme jurnalis diuji,” kata dia.
Lebih lanjut, Viktor menilai hubungan kepolisian dan insan pers perlu dibangun dalam kemitraan konstruktif guna menghadirkan informasi yang utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami memandang pers sebagai mitra strategis. Kemitraan ini penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol. Agus Sugiyarso, menambahkan jurnalis harus tetap berpegang pada prinsip akurasi dan keberimbangan di tengah derasnya arus informasi.
Kegiatan ini diikuti jurnalis, , dan pegiat komunikasi publik dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, dengan tujuan meningkatkan kapasitas profesional insan pers dalam menghadapi tantangan era digital, termasuk hoaks dan disinformasi.

















