Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Kab. Bangka

Kasus kekerasan terhadap wartawan diminta diusut transparan oleh kepolisian daerah

0
×

Kasus kekerasan terhadap wartawan diminta diusut transparan oleh kepolisian daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com | BANGKA – Dugaan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (7/3/2026).
Tiga wartawan mengalami intimidasi dan kekerasan fisik saat melakukan peliputan di gudang milik PT PMM di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka.

Ketiga jurnalis tersebut yakni Dedy Wahyudi dari Beritafakta.com, Frendy Primadana (kontributor tvone Bangka Belitung), dan Wahyu Kurniawan dari Suarapos.com.
Insiden terjadi ketika mereka mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti informasi terkait adanya anggota Satgas yang disebut sempat dikepung massa di sekitar kawasan gudang perusahaan tersebut.

Wahyu Kurniawan menjelaskan, dirinya bersama Frendy tiba lebih dulu di lokasi dan bertemu dengan Dedy di tepi Jalan Lintas Timur sebelum bersama-sama mendekati area gudang untuk mencari informasi.
“Saya datang bersama Dana (Frendy Primadana). Kami bertemu Dedy di pinggir Jalan Lintas Timur, kemudian kami barengan ke lokasi,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, mereka sempat berbincang dengan dua petugas keamanan di pintu masuk gudang. Petugas menyebutkan memang sempat terjadi keributan, namun berada di depan kantor perusahaan, bukan di dalam kawasan gudang.

Tak lama kemudian, Dedy mengambil gambar sebuah truk yang hendak memasuki area gudang. Tindakan itu memicu kemarahan sopir truk.
“Sepertinya sopir truk tidak senang. Dia turun dari mobil dan meminta Dedy menghapus foto. Setelah foto dihapus, truk masuk ke dalam gudang,” ujarnya.

Beberapa saat berselang, truk tersebut kembali keluar dari area gudang. Saat Dedy kembali mengambil gambar, sopir truk diduga turun dari kendaraan dan memukul wajah Dedy.

“Dia langsung memukul wajah Dedy sambil mengancam, ‘Tunggulah kamu di sini, ku panggil kawan-kawanku,’” ungkap Wahyu.
Situasi yang memanas membuat Wahyu dan Frendy berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun, seorang petugas keamanan diduga menarik baju Frendy dari belakang hingga membuatnya terjatuh dari motor.

“Aku berhasil lolos, tapi Frendy dan Dedy sempat tertahan oleh pihak keamanan perusahaan,” katanya.
Wahyu kemudian menghubungi rekannya untuk memastikan kondisi mereka. “Frendy meminta saya mencari bantuan agar mereka bisa keluar dari lokasi gudang,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pusat, Herik Kurniawan, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan terhadap jurnalis tersebut.
“Kekerasan terhadap jurnalis bertentangan dengan undang-undang, apalagi saat mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik,” kata Herik.

Ia juga meminta Kapolda Bangka Belitung menindak tegas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

“Kami meminta Kapolda Babel mengusut tuntas kasus ini. Siapa pun yang melakukan kesalahan harus mendapat hukuman sesuai perbuatannya,” tegasnya. (red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *