Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Berita

DPRD Pangkalpinang siap lanjutkan pembahasan tiga raperda bersama eksekutif

0
×

DPRD Pangkalpinang siap lanjutkan pembahasan tiga raperda bersama eksekutif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POLTAMNEWS.COM. DPRD Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Paripurna Kesatu Masa Persidangan II Tahun 2026 dengan agenda harmonisasi dan penjelasan Wali Kota terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kamis (5/2/2026).

Rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD tersebut dipimpin pimpinan dewan dan dihadiri seluruh anggota DPRD, Wali Kota Pangkalpinang, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta undangan lainnya.

Dalam rapat itu, DPRD secara resmi menerima tiga Raperda, yakni Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pangkalpinang Tahun 2025–2029, Raperda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, serta Raperda tentang pencabutan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 6 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir.

Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin menjelaskan penyusunan Raperda RPJMD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

“RPJMD ini akan menjadi pedoman utama bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam mengawal pembangunan Kota Pangkalpinang lima tahun ke depan,” kata Saparudin dalam rapat paripurna tersebut.

Ia menambahkan, RPJMD Kota Pangkalpinang Tahun 2025–2029 disusun selaras dengan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjaga kesinambungan perencanaan pembangunan antarpemerintah, sekaligus menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun.

Sementara itu, terkait Raperda tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha, Saparudin menyebut regulasi sebelumnya sudah tidak lagi relevan dengan dinamika pembangunan daerah sehingga perlu diganti dengan aturan yang lebih adaptif dan komprehensif.

Adapun Raperda pencabutan Perda Nomor 6 Tahun 1999 diajukan sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, mengingat pengaturan retribusi parkir telah diakomodasi dalam Perda Nomor 1 Tahun 2024.

Melalui rapat paripurna ini, DPRD Kota Pangkalpinang menyatakan siap melanjutkan pembahasan ketiga Raperda bersama pihak eksekutif hingga ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Redaksi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *