Poltamnews.com | Pangkalpinang – Langkah kongkrit oleh Kapolsek Yosyua Surya Admaja dalam meningkatkan kegiatan problem Solving diwilayah hukum Bukit Intan dan sekitarnya, hal ini juga merupakan langkah strategis dalam menekan angka kejahatan serta memberikan rasa keadilan, Rabu( 03/12/2025).
Adapun jumlah problem solving yang terjadi selama tiga bulan kebelakang tercatat beberapa kejadian yakni;
– November: 37 Kegiatan
– Oktober: 24 Kegiatan
– September: 2 Kegiatan
– Kegiatan Problem Solving Bulan September, Oktober, November.
– Gangguan Tibum: 16 Giat
– Kenakalan remaja: 5 Giat
– Kesalahan pahaman/keributan: 9 Giat
– Ancaman Kekerasan: 1 Giat
– Anak Hilang: 2 Giat
– Tambang Timah Ilegal: 1 Giat
– Penggelapan: 2 giat
– Potensi Bencana Non Alam (pohon tumbang/atap roboh/Konsleting/kebakaran): 4 Giat
– Laka lantas: 3 giat
– Pencurian: 4 giat
– Penganiayaan: 3 giat
– penipuan: 1 giat
– Perzinahan: 2 Giat
– KDRT: 3 Giat
– Sengketa Tanah: 1 Giat
– Sengketa Rumah warisan: 1 Giat
– Asusila: 2 giat
– Hutang piutang: 1 giat
– Sampah: 2 giat
– Manfaat/Hasil Pelaksanaan Problem Solving
1. Menyelesaikan permasalahan secara cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi tindak pidana yang lebih serius.
2. Mencegah eskalasi konflik antara pihak-pihak yang bersengketa.
3. Memberikan rasa keadilan yang lebih cepat.
4. Membangun ketertiban dan keamanan lingkungan melalui penyelesaian masalah di tingkat paling awal.
5. Mendorong budaya musyawarah dan mediasi dalam penyelesaian sengketa sehingga hubungan sosial masyarakat tetap terjaga.
6. Menekan angka kejahatan dengan menyelesaikan permasalahan ringan secara humanis dan proporsional.
7. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui pelayanan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
8. Menghilangkan peluang pihak ketiga memanfaatkan konflik untuk kepentingan yang dapat mengarah pada tindak kejahatan baru.
Kapolsek Bukit Intan Yosyua Surya Admaja mengatakan,”Alhamdulillah kegiatan Problem Solving di Polsek Bukit Intan kita tingkatkan secara signifikan, kalau dulu rata-rata hanya dua kegiatan perbulan, mulai bulan Oktober kemarin kita gencarkan giat Problem Solving disetiap permasalahan jadi menekan secara drastis angka kejahatan,” pungkasnya. (red)

















