Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Kota Pangkalpinang

Aliansi Mahasiswa Nusantara Babel Gelar Dialog Kebangsaan, Bahas Kelayakan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

0
×

Aliansi Mahasiswa Nusantara Babel Gelar Dialog Kebangsaan, Bahas Kelayakan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com |Pangkalpinang –  Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) DPW Bangka Belitung menggelar Forum Dialog Kebangsaan sekaligus deklarasi pembentukan organisasi di Warkop Ayani, Pangkalpinang. Kegiatan yang melibatkan akademisi dan mahasiswa itu turut dihadiri oleh Agus Muliara serta membahas kelayakan Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Dialog berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh keseriusan. Tokoh pemuda Sungailiat, Hutri Agustian, menegaskan bahwa secara konstitusional Soeharto tidak memiliki cacat hukum yang dapat menghalangi pemberian gelar tersebut, meskipun terdapat kontroversi historis terkait isu HAM. Ia menilai masa pemerintahan Soeharto ditandai oleh stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan melalui kebijakan strategis seperti swasembada pangan, keluarga berencana, pemberantasan buta huruf, dan pembangunan infrastruktur.

Hutri juga menyebut bahwa era Soeharto mencerminkan pembangunan inklusif, konsolidasi kebangsaan, peningkatan hasil pertanian, serta keberhasilan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia berkat ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi tinggi.

Sementara itu, Rahmatullah, Direktur Eksekutif Gen Muda Bela Institut, mengungkapkan bahwa proses pengkajian akademik terhadap jasa-jasa Soeharto sudah berjalan di berbagai daerah. Ia menegaskan, pemberian gelar tersebut dapat dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi, dan kini tinggal menunggu political will dari Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah ada.

Tokoh pemuda Pangkalpinang, Sigitdianto, S.Pd., menilai Soeharto sebagai figur konsolidasi kebangsaan setelah masa Soekarno yang berfokus pada ideologi dan sebelum era reformasi yang menonjolkan demokrasi. Menurutnya, keberhasilan Soeharto dalam mengelola sumber daya alam serta menerapkan pembangunan berbasis teknokrasi dan meritokrasi menjadi warisan penting bagi bangsa.

Sementara itu, Abrillioga, S.H., M.H., menutup dialog dengan mengajak generasi muda untuk menilai sosok Soeharto secara objektif dan proporsional dengan melihat substansi serta dampak pembangunan pada masa pemerintahannya.

Usai dialog yang berlangsung hangat, kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi pembentukan AMAN DPW Bangka Belitung. Agenda tersebut dipimpin oleh Muhammad Septiawan selaku Ketua DPW AMAN Babel, yang secara resmi mengukuhkan terbentuknya organisasi pada tanggal 8 November 2025.

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan pemuda Bangka Belitung untuk meneguhkan komitmen dalam membangun kesadaran kebangsaan serta menelaah ulang sejarah dengan pandangan kritis dan berimbang. (red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *