PoltamNews.Com, Pangkalpinang — Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub Babel), Hellyana, menjalani pemeriksaan penyidik Subdit II Ditreskrimum Polda Babel selama lima jam pada Kamis (4/9/2025).
Ia dicecar 17 pertanyaan terkait dugaan penggelapan tagihan hotel senilai Rp20 juta.
Kuasa hukum Hellyana, Walim, menegaskan kliennya diperiksa sebagai saksi.
“Ibu Hellyana sudah menjalani pemeriksaan.
Tim penyidik melontarkan 17 pertanyaan yang sifatnya persuasif,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Walim, pemeriksaan ini masih tahap klarifikasi. Ia menilai laporan dugaan penggelapan tersebut tidak masuk akal.
“Nilai Rp20 juta itu kecil, sedangkan klien kami sehat secara finansial. Jika laporan ini tidak terbukti, tentu ada konsekuensi hukum.
Termasuk hak melapor balik atas dugaan pencemaran nama baik,” tegasnya.
Hellyana yang digadang-gadang menjadi salah satu kandidat potensial Pilkada Babel 2025 memilih menanggapi kasus ini dengan hati-hati.
“Saya ingin meluruskan isu yang berkembang. Intinya, saya patuh pada prosedur hukum. Saat ini saya tetap fokus membangun Babel,” ucapnya usai pemeriksaan.
Ia juga menegaskan tidak ada mediasi terkait laporan tersebut. “Kalau nanti laporan tidak terbukti, tentu saya harus memberikan pelajaran. Untuk mediasi sendiri sampai saat ini tidak ada,” katanya.
Pengamat politik lokal menilai kasus ini berpotensi memengaruhi dinamika Pilkada 2025. Publik menyoroti integritas calon pemimpin daerah, termasuk Hellyana yang kini menghadapi proses hukum.
Namun, posisi Hellyana sebagai petahana juga dinilai memberi keuntungan politik karena masih aktif menjalankan pemerintahan.

















