PoltamNews.Com | Pangkalpinang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, mengungkapkan inflasi year-on-year (YoY) tercatat sebesar 1,32 persen, sementara month-to-month (MoM) justru mengalami deflasi 0,49 persen.
Diakuinya, bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memastikan inflasi di daerah tetap terkendali dengan berbagai langkah konkret yang berpihak kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, inflasi Kota Pangkalpinang year-on-year terkendali di angka 1,32 persen. Tapi month-to-month, bulan ke bulannya kita deflasi 0,49 persen. Ini tentu berkat kerjasama semua stakeholder dalam pengendalian inflasi. Kita adakan pasar murah, sidak pasar, memastikan distribusi lancar, stok tersedia, dan tidak ada penimbunan. Itulah langkah-langkah yang kita lakukan,” kata Mie Go, yang dijumpai saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kemendagri melalui zoom meeting di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota, Selasa pagi (2/9/2025).
Selain menjaga inflasi, Pemkot Pangkalpinang juga menekankan program ketahanan pangan agar harga kebutuhan pokok tetap stabil. “Alhamdulillah, stok beras sudah kita cek melalui sidak dan hasilnya aman. Untuk harga, kita terus pantau dan lakukan sidak pasar, supaya tidak melebihi HET,” ujarnya.
Mie Go menambahkan, rapat koordinasi inflasi kali ini juga sejalan dengan arahan Mendagri kepada kepala daerah untuk menjaga stabilitas pasca demo di Jakarta. “Pemerintah daerah di Bangka Belitung, termasuk Pangkalpinang, harus mengambil langkah pencegahan agar situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemkot bersama Forkopimda akan terus memprioritaskan program-program yang langsung dirasakan masyarakat.
“Melalui rakor Forkopimda, kita jalankan program pro rakyat seperti pangan murah, bakti sosial, dan pembagian beras SPHP. Selain itu, kita melarang kegiatan seremonial yang tidak perlu dan mengurangi hal-hal yang sifatnya mewah. Artinya, kita harus menunjukkan kesederhanaan, sesuai yang saya sampaikan pada apel Senin pagi kemarin,” tutup Mie Go. (red)

















