Poltamnews.com || CILEGON – Program Makan Bergizi (MBG) dari pemerintah kembali menuai respons positif dari sekolah-sekolah di Kota Cilegon. Salah satunya datang dari SDN 02 Kota Cilegon, yang mengapresiasi program tersebut sebagai dukungan konkret terhadap proses pembelajaran siswa.
Kepala SDN 02 Kota Cilegon, Enung Juwariyah, M.Pd., menyebut program MBG membawa dampak signifikan bagi peserta didik, terutama dalam menjaga stamina dan konsentrasi saat belajar.
“Program MBG sangat bermanfaat, terutama bagi siswa kami di SDN 02 Kota Cilegon. Mereka bisa menikmati makan bergizi secara gratis, yang tentunya berpengaruh besar terhadap energi dan konsentrasi mereka saat belajar dari pagi hingga siang hari,” ujar Enung saat ditemui di sekolah, Jumat (30/08/2025).
Enung mengakui, sempat terjadi kendala teknis pada hari-hari awal pelaksanaan program, khususnya terkait distribusi makanan untuk siswa kelas tinggi yang mendapat porsi lebih besar.
“Hari pertama dan kedua sempat ada keterlambatan pengiriman, namun setelah itu, alhamdulillah, distribusi berjalan lancar dan tidak mengganggu proses belajar-mengajar,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa kegiatan makan bersama dilakukan saat jam istirahat, sehingga tidak mengganggu jam pelajaran. Namun, diperlukan sedikit waktu tambahan untuk proses distribusi, konsumsi, serta pengembalian kotak makan.
Terkait menu, Enung menilai bahwa makanan yang disajikan sudah bervariasi dan memenuhi standar gizi.
“Secara umum sudah memenuhi standar empat sehat dan mulai mengarah ke lima sempurna, apalagi sejak ada tambahan susu kotak. Hanya di awal sempat ada catatan kecil soal porsi buah yang kurang proporsional. Tapi secara keseluruhan, kami bersyukur dan mengapresiasi program ini,” tambahnya.
Senada dengan Enung, guru SDN 02 Kota Cilegon, Denny Cahya, S.Pd., juga menyampaikan beberapa masukan teknis terkait pelaksanaan MBG, khususnya dalam hal distribusi makanan.
“SD berbeda dengan SMP, karena siswa pulang lebih awal. Jadi sangat penting makanan tiba sebelum pukul 12.00. Kami berharap jumlah armada logistik bisa ditambah agar distribusi lebih tepat waktu di seluruh sekolah,” ujar Denny.
Denny juga menyampaikan harapannya agar instansi terkait seperti jajaran Kodim dapat turut membantu proses logistik di lapangan.
“Kami apresiasi kunjungan Kodim ke sekolah. Kami berharap ada dukungan nyata juga, misalnya dengan penambahan armada agar makanan bisa sampai di sekolah-sekolah sebelum jam belajar berakhir,” ujarnya.
Menanggapi masukan dari siswa, Denny juga menyebutkan bahwa variasi dalam penyajian menu bisa menjadi faktor penting untuk meningkatkan nafsu makan.
“Anak-anak lebih suka telur utuh, misalnya diceplok atau direbus. Saat ini telurnya masih berbentuk orak-arik, dan beberapa siswa kurang menyukainya. Ini jadi catatan kecil yang bisa disesuaikan tanpa mengurangi kandungan gizinya,” tutupnya.
SUKARDI.

















