Poltamnews.com | Pangkalpinang – Ketua Harian Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Effendi, menyesalkan tindakan Kepala SMP Negeri 2 Pangkalpinang yang diduga mempermalukan seorang siswi di hadapan umum usai apel pagi, Senin (14/7/2025).
Menurut keterangan yang diterima, siswi berinisial Bunga (nama samaran) dikritik secara terbuka oleh kepala sekolah karena status akademiknya, yang disebut-sebut tidak memenuhi syarat untuk naik kelas. Ucapan kepala sekolah itu diduga membuat Bunga merasa malu dan menangis di depan teman-temannya.
“Anak tersebut pulang dalam kondisi menangis dan menyampaikan kejadian itu kepada orang tuanya,” kata Ridwan dalam keterangan tertulis, Senin sore.
Orang tua Bunga kemudian mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan. Pihak humas SMPN 2 Pangkalpinang membenarkan adanya insiden tersebut dan menjelaskan bahwa siswi bersangkutan memang memiliki catatan kehadiran yang bermasalah.
“Siswi itu naik kelas dengan syarat harus pindah sekolah. Mungkin informasi ini belum disampaikan secara jelas, sehingga terjadi kesalahpahaman,” ujar perwakilan humas SMPN 2 saat dikonfirmasi.
Ridwan menilai tindakan kepala sekolah tidak mencerminkan sikap mendidik dan melukai psikologis siswa. Ia menyayangkan kata-kata yang dilontarkan, terutama pernyataan yang menyebut, “Kamu kan sudah keluar dari sekolah, kenapa masih masuk dengan percaya diri?”
“Itu sangat tidak etis dan tidak manusiawi. Sebagai pendidik, harusnya bisa menyampaikan hal seperti ini secara pribadi, bukan di depan umum,” tegas Ridwan.
Ia menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang agar pihak sekolah memberikan klarifikasi dan tanggung jawab atas dampak psikologis yang ditimbulkan.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala SMPN 2 Pangkalpinang belum dapat dimintai keterangan karena sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru. (red)

















