Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bakuda Babel
Kota Pangkalpinang

Sambut HUT Sumpah Pemuda, APKLI Merah Putih Hidupkan Semangat Persatuan Lewat Donor Darah

0
×

Sambut HUT Sumpah Pemuda, APKLI Merah Putih Hidupkan Semangat Persatuan Lewat Donor Darah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poltamnews.com | Pangkalpinang – Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dikenang melalui upacara dan rangkaian seremonial Nilai persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi sesama.

Semangat itulah yang ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan menggelar kegiatan donor darah dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Kegiatan donor darah tersebut berlangsung di Unit Donor Darah PMI Pangkalpinang, Jalan Ican Saleh No. 88, Kelurahan Rawa Bangun, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2026).

Ketua DPW APKLI Merah Putih Babel, Mangimpal Lumbantoruan, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi salah satu cara sederhana untuk menerjemahkan semangat persatuan dan kepedulian yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

Usai mengikuti donor darah, Mangimpal menyampaikan bahwa momentum Sumpah Pemuda sepatutnya tidak berhenti pada mengenang sejarah, tetapi harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap orang lain yang sedang membutuhkan.

“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan dan kepedulian. Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kita mengisi momentum tersebut dengan membantu sesama,” ujar Mangimpal.

Ia menilai kegiatan sosial seperti donor darah penting untuk terus digelorakan, khususnya di kalangan pemuda dan organisasi masyarakat. Sebab, semangat kebersamaan yang dahulu menjadi kekuatan para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan kini dapat diwujudkan melalui aksi sosial di tengah masyarakat.

Dari Sumpah Pemuda untuk Kemanusiaan Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Peristiwa bersejarah tersebut menjadi salah satu tonggak penting perjalanan bangsa Indonesia. Para pemuda dari berbagai daerah, organisasi, suku, dan latar belakang berkumpul dengan satu tekad: menguatkan persatuan sebagai satu bangsa.

Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan, di antaranya Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Batak, hingga Pemuda Kaum Betawi.

Semangat untuk mengesampingkan perbedaan demi persatuan kemudian melahirkan ikrar yang hingga kini menjadi salah satu simbol kuat identitas kebangsaan Indonesia.

Sejumlah tokoh memiliki peran penting dalam Kongres Pemuda II, di antaranya Sugondo Djojopuspito yang memimpin jalannya kongres, Mohammad Yamin yang berperan dalam perumusan ikrar, serta Wage Rudolf Supratman yang memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” untuk pertama kalinya secara instrumental menggunakan biola.

Tiga Ikrar yang Menyatukan Indonesia

Dalam momentum tersebut, para pemuda mengikrarkan tiga tekad yang menjadi fondasi persatuan bangsa.

Pertama, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua, mengakui berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Semangat itulah yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, hampir satu abad setelah ikrar tersebut lahir, semangat persatuan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui kegiatan kemanusiaan seperti donor darah.

Bagi APKLI Merah Putih Babel, kegiatan donor darah menjadi pengingat bahwa persatuan tidak hanya berbicara tentang kebangsaan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.

Di tengah kebutuhan darah yang terus ada, aksi sederhana seseorang untuk mendonorkan darah dapat memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan.

Karena itu, menyambut HUT Sumpah Pemuda bukan sekadar mengingat tiga ikrar bersejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai di baliknya: bersatu, peduli, dan bergerak bersama untuk kemanusiaan.

Melalui donor darah, APKLI Merah Putih Babel ingin menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap relevan dan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. (red).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *